Penerbit dan Toko Buku Online - PUSTAKA PRIMATAMA
Dapatkan Paket Khusus "SEE NO EVIL & 9/11: KEGAGALAN AMERIKA MELINDUNGI WARGANYA" dengan discount istimewa! HomeHow to BuySite MapAbout UsContact Us
0 item
Hitung Ongkos kirim:
Total belanja: Rp Kota/Wilayah :
Ongkos kirim:

Pembayaran (termasuk ongkos kirim) disampaikan melalui transfer atau setor tunai ke:

BCA KCP Bintaro Sektor 3
a/n: Pandu Ganesa
a/c no 474 0646953

Sertakan nama sesuai pendaftaran ketika mentransfer/setor tunai. Pembayaran tanpa nama tidak akan dilayani. Lama pengiriman barang 2 hingga 5 hari kerja (tergantung jarak).

1 user sedang online
Anda pengunjung ke-17,471
Live Help
Search:
Indokarlmay

Komik


9/11 Kegagalan Amerika Melindungi Warganya

9/11 Kegagalan Amerika Melindungi Warganya
Price Rp 69,000
Rp 55,200
Description

Dapatkan paket khusus See No Evil & 9/11 dengan diskon istimewa: keterangan lengkap lihat di sini:

Pengarang: Sid Jacobson & Ernie Colón
ISBN: 978-9-793-93016-9


Baca Halaman 4 sampai 13 buku ini atau download file PDF-nya.
Lihat gambar Hambali versi buku 9/11: Kegagalan Amerika Melindungi Warganya.


SID JACOBSON, mantan Managing Editor dan Editor in Chief dari Harvey Comics serta Executive Editor di Marvel Comics. Ia yang menciptakan komik Richie Rich yang diterbitkan Harvey Comics.

ERNIE COLÓN, pelukis yang pernah bekerja di Harvey, Marvel, dan DC Comics. Ia yang mengawasi pembuatan Green Lantern, Wonder Woman, Blackhawk, dan The Flash yang diterbitkan DC Comics, serta Spider-Man di Marvel Comics.

Keduanya bekerjasama membuat komik yang diciptakan berdasarkan THE 9/11 COMMISSION REPORT, yang ditulis dengan independensi tinggi.

Dengan membaca komik ini, kita bisa mengikuti peristiwa-peristiwa yang mengarah ke tragedi 9/11. Kelemahan dan kegagalan pemerintah Amerika dalam melindungi keselamatan dan menjaga keamanan warganya perlu dijadikan contoh serta pelajaran bagi rakyat dan pemerintah Indonesia, agar tragedi ini tak terulang lagi di masa mendatang.


Resensi:
  • (Resensi oleh: Seno Gumira Ajidarma) Komik adalah suatu bentuk komunikasi. Cara berkomunikasi yang memainkan gambar dan kata-kata ini tergolong muda.

    Dengan patokan tahun 1896 yang diresmikan panel internasional para pakar di Lucca, Italia, tahun 1989, melalui karya Richard Felton Outcault, The Yellow Kid, yang karakteristiknya dianggap definitif pada 1896 tersebut, usianya baru seratus tahun lebih.

    Banyak debat tentu tentang kapan lahirnya komik (orang Indonesia suka ngandelin relief Borobudur sebagai komik juga), tetapi orang seperti Maurice Horn dalam 100 Years of American Newspaper Comics (1996) memberi argumen: The Yellow Kid menandai lahirnya naratif yang disampaikan melalui sekuen gambar, keberlanjutan watak, inklusi dialog atau teks dalam bingkai gambar, selain pendekatan bercerita dinamis yang akan memikat mata untuk mengikuti dari panil satu ke panil berikutnya... [Selengkapnya]

  • (Resensi oleh: Rieza Fitramuliawan) Survei yang dilakukan pada tahun 2002 menunjukkan bahwa di antara negara negara yang dianggap sebagai sahabat bangsa Amerika, seperti : Mesir dan Arab Saudi, hanya 15% dan 12% saja rakyat yang menyukai Amerika Serikat. Pada tahun 2003, pandangan negatif terhadap Amerika Serikat di antara orang-orang muslim telah menyebar melampui Timur Tengah. Sikap suka [atau mendukung] telah merosot dari 61% ke 15% saja diantara rakyat Indonesia, dan dari 71% ke 38% di kalangan orang orang muslim Nigeria...[selengkapnya

  • (Resensi oleh: H. Tanzil) Enam tahun telah berlalu sejak gedung World Trade Center New York dihantam dua pesawat dan runtuh pada 11 September. Masih segar dalam ingatan kita ketika Presiden George W. Bush begitu geram dan menyatakan perang terhadap terorisme. Setahun lebih setelah serangan terror ini, Bush membentuk komisi Nasional Serangan Teroris ke Amrika Serikat. Komisi yang beranggotakan 10 orang ini kemudian dikenal sebagai "Komisi 9/11" atau "Kean/Zelikow Commission" ... [Selengkapnya]

  • (Resensi Koran Tempo) Tadinya, Ernie Colon begitu bergairah membuka halaman demi halaman laporan Komisi 9/11 yang berisi latar belakang serangan teroris 11 September 2001 ke Amerika Serikat. Tapi, belum apa-apa, pelukis komik Wonder Woman, The Flash, dan Spider-Man itu mengangkat bendera putih. "Saya sudah membacanya sampai halaman 60, tapi saya lupa apa yang ditulis pada halaman 9," katanya... [Selengkapnya]

Home | How to Buy | Site Map | About Us | Contact Us

© 2006 Pustaka Primatama
Jl. Beruang Raya 28A | Kampung Peladen Pondok Bintaro | Ciputat 15225 INDONESIA
Ph. +62-21-7073 7343 | Fax +62-21-7373 724 | email: puspri2@big.net.id