# of 4 | Prev -
Next
Paket Tetralogi Winnetou
Description
Dapatkan Paket Tetralogi Winnetou: Winnetou I, Winnetou II, Winnetou III,
Winnetou IV, dengan diskon 30%, hanya Rp 201.600, ditambah bonus VCD Winnetou I
gratis, senilai Rp 40.000 selama persediaan masih ada.
Winnetou I Pengarang: Karl May ISBN: 979973760-5
"Orang kulitputih datang dengan memasang senyum manis di wajah,
tetapi menyelipkan pisau tajam di pinggang, berikut senjata api yang
siap ditembakkan di tangan. Mereka menjanjikan cintakasih dan
perdamaian dalam omongan, namun menebar kebencian dan pertumpahan darah
dalam kenyataan..."
"Pemuda itu mempunyai bakat yang hebat. Seandainya ia dilahirkan
sebagai anak seorang penguasa Eropa, niscaya ia akan menjadi panglima
ulung atau pemimpin perdamaian termasyhur. Namun, sebagai pewaris
seorang kepala suku Indian, ia akan punah sebagaimana bangsanya..."
Winnetou II
Pengarang: Karl May
ISBN: 97993761-3 Dalam usaha mencari keberadaan Winnetou yang menuju daerah timur
karena suatu urusan yang maha penting, Old Shatterhand terperangkap
badai hurricane di perairan Kuba. Setelah terdampar di suatu pulau, ia
harus luntang-lantung di New York dan akhirnya melamar pekerjaan
sebagai detektif.
Ketika mencari Wiliam Ohlert, anak seorang Bankir yang mengidap
penyakit jiwa, Old Shatterhand dibantu oleh seorang pencari jejak
termasyhur, Old Death, seorang pencandu (atau mantan pecandu?)
narkotika. Old Shatterhand memang berjumpa dengan Winnetou. Tetapi
sayangnya, ketika itu Winnetou tak bisa menyapanya karena sedang dalam
perjalanan untuk mengemban misi rahasia dari Benito Juarez, presiden
Mexico yang keturunan Indian.
Mereka terperangkap dalam keributan dengan para anggota organisasi
rahasia Ku Klux Klan, yang merupakan dampak langsung perang saudara
antara pihak Utara dan Selatan yang sedang berkecamuk. Mereka bukan
hanya berkutat di perbatasan Mexico, tapi bahkan masuk ke gurun Mapimi
di Mexico. Setelah berkenalan dengan Old Firehand yang juga seorang westman
termasyhur, Old Shatterhand terkejut karena ternyata ada misteri kisah
cinta segitiga yang juga melibatkan Winnetou. Di buku ini, terdapat
juga puisi yang ditulis oleh seorang yang sakit jiwa, yang tak lain dan
tak bukan adalah refleksi kehidupan pribadi Karl May sendiri!
Pada bagian kedua trilogi ini, Old Shatterhand menyimpulkan bahwa
pada setiap perbuatan buruk yang dilakukan oleh orang-orang Indian,
selalu saja ada orang kulitputih yang menjadi biang keladinya!
Bagaimana dengan nasib Old Death, si pecandu narkoba itu? Winnetou III Pengarang: Karl May
ISBN: 979973762-1
"Dengar baik-baik, Fred, selama mengembara, saya selalu berusaha
sedapat mungkin agar tak membunuh orang karena darah manusia adalah
sesuatu yang tak ternilai harganya. Saya lebih suka menanggung
penderitaan daripada mengangkat senjata untuk membunuh. Dan itu pun
hanya terjadi jika saya benar-benar berada berada dalam situasi paling
kritis yang bisa merenggut nyawa saya. Lebih baik saya membuat lawan
tak berdaya daripada harus mengambil nyawanya..."
"Orang kulitputih itu layaknya hewan peliharaan yang terlatih namun
nalurinya sudah tumpul, sedang orang Indian masih tetap bagai hewan
liar yang tak hanya memiliki naluri tajam, tetapi juga bisa mengendus
dan mendengar dengan hati. Hewan liar tahu apabila kematiannya sudah
mendekat. Terlebih lagi, ia tak hanya tahu, tetapi juga bisa merasakan
kedatangannya. Jika hal itu terjadi, ia akan pergi mengurung diri dalam
hutan lebat untuk mencari ketenangan dan menantikan detik-detik
terakhir hidupnya..."
"Apa kamu tahu bahwa saya mengetahui banyak tempat yang mengandung
emas, baik yang berukuran besar seperti nuggets, maupun yang berupa
butiran-butiran kecil? Saya hanya perlu menunjukkan satu tempat saja
dan kamu akan segera menjadi kaya, bahkan kaya-raya, tapi setelah itu
... kamu takkan bahagia lagi. Manitou Agung yang bijaksana tak
menciptakan kamu untuk terbuai di atas tumpukan harta..."
Winnetou IV
Pengarang: Karl May
ISBN: 978-9-793-93017-6"Saya Winnetou. Saya disebut Kepala Suku Apache. Saya menulis untuk
suku saya. Dan saya menulis untuk semua, segenap umat manusia di
pelosok bumi. Kiranya Manitou yang Mahaagung dan Mahabaik merentangkan
tangannya ke atas suku ini dan ke atas semua orang yang berkehendak
baik dengan mereka!" ...
"Sebuah benih ajaib telah disemaikan Old Shatterhand ke dalam hati
saudaranya Winnetou. Benih itu akan menghasilkan buah-buah lezat.
Kembang-kembangnya akan menebarkan harum semerbak tiada henti. Dan
tunas-tunas dari bijinya tak akan berhenti bertumbuh. Bukan dalam
hitungan jam, dalam beberapa menit lagi seluruh musuh kalian akan
memohon untuk diterima ke dalam klan Winnetou. Apa keinginan mereka
akan dikabulkan?" ...
Tigapuluh tahun setelah kematian Winnetou, Old Shatterhand menerima
surat yang misterius, baik dari teman atau lawannya. Ia tidak bisa
mengelak dan terpaksa memenuhi tantangan berduel dari musuh
bebuyutannya seperti Tangua, Kepala Suku Kiowa, ataupun To-kei-chun,
Kepala Suku Comanche Racurroh. Rupanya, arwah Santer si pembunuh ayah
dan adik Winnetou itu--juga ikut membayanginya. Dunia serasa berhenti
berputar ketika ia harus mengunjungi Nugget-tsil alias Gunung Emas,
tempat surat wasiat Winnetou disembunyikan. Ia juga harus mengunjungi
kembali Danau Kelam, tempat emas Winnetou tenggelam di danau itu.
Inilah buku terakhir dari Tetralogi Winnetou, karya pamungkas Karl
May yang berbicara tentang perdamaian dunia dan kesetaraan di antara
bangsa-bangsa. Ditulis pada 1908 dan diterbitkan sebagai buku pada
1910, tapi isinya rupanya masih relevan untuk masa kini, 100 tahun
kemudian. |