Description
Best Seller!
Pengarang: Ken Conboy
ISBN: 978-9-793-93015-2
Stok habis!
Baca Halaman 1 sampai 10 buku ini atau download file PDF-nya.
Buku-buku yang mengungkap tentang CIA, MI6, Mossad, atau KGB sudah banyak, termasuk versi bahasa Indonesianya; tapi ironisnya, orang Indonesia justru sama sekali tidak tahu-menahu tentang kegiatan intel di negaranya sendiri.
Inilah buku pertama yang memaparkan secara menyeluruh tentang sejarah intelijen Indonesia berikut kegiatannya, sejak awal kemerdekaan hingga masa kini dan disusun berdasarkan wawancara langsung dengan para pejabat intelijen, serta dilengkapi berkas-berkas arsip yang diperoleh langsung dari sumbernya. Tak lupa disertai foto-foto, termasuk buku harian yang berkaitan dengan rencana pengeboman yang ditulis salah seorang teroris yang tertangkap.
Mengungkap tuntas bermacam kasus dan latarbelakangnya, dari pelatihan agen intel pertama hingga Komando Jihad, dari penculikan anak hingga Timor Timur, dari uang palsu hingga Jamaah Islamiah, berikut seribu tanya: berapa orang jumlah agen intel Indonesia angkatan pertama? Benarkah sejak zaman Order Lama Indonesia sudah mengincar Timor-Timur? Kesalahan telak mana yang menyimpulkan Dokumen Gilchrist itu palsu? Siapa agen-agen kiri Indonesia yang dipakai Satsus Intel? Benarkah pembajakan pesawat Woyla itu rekayasa ‘pemerintah’? Siapa al Farouq itu sebenarnya? Seberapa jauh penyusupan Al Qaeda di Asia Tenggara dan di Indonesia pada khususnya? Siapa yang memulai kasus Poso sebenarnya?
Dengan membaca buku ini Anda akan lebih memahami dan menghormati jerih-payah agen-agen intel Indonesia dalam mempertahan kedaulatan negeri ini. Seperti yang dikatakan Zulkifli Lubis, bapak intelijen Indonesia, mereka adalah: “prajurit bayangan yang bertempur dalam perang adu pintar”.
Resensi:
- Ini buku yang lumayan bagus..data yang didapat cukup akurat dari
wawancara dengan pelaku dan juga dokumen-dokumen yang tergolong
rahasia. Paparan dari jaman kemerdekaan hingga sekarang cukup berurutan ... [selengkapnya]
- Akhir-akhir ini media massa Indonesia–terutama televisi–mempunyai
tradisi baru. Setiap kali terjadi peristiwa besar–terutama teror
bom–maka sebagai bagian dari kemasan pemberitaannya, stasiun televisi
gemar menghadirkan “pengamat intelijen” untuk melakukan analisa ... [selengkapnya]